BANDUNG,-
Pandangan mata Zian terlihat ambisius, raut mukanya menunjukan keceriaan, dan
tidak tampak sedikit pun kesedihan dari wajah Anak bungsu pasangan Rahman (41)
dan maya (38), warga Kampung Pasir Paros RT 02/01, Kecamatan Baleendah,
Bandung.
Kedua
tangan zian sangat kotor, badannya ber- aroma oli dan muka menjadi cemong tidak
menyurutkan semangat dia dalam bekerja.
Selayaknya
bocah seusianya, bermain kucing-kucingan dan bersekolah menjadi rutinitas. Tetapi dia memilih untuk besar bersama vespa
dibandingkan bersekolah dan bermain dengan teman-teman sebayanya.
Ketika
teman-teman sebayanya tertawa disaat bermain, berlari-lari dengan sebuah bola,
bahkan ketika teman-temannya sibuk dengan sekolahnya. Ia tetap pada
pendiriannya untuk menjadi montir vespa yang handal dikemudian hari.
“Dia
menolak untuk bersekolah, padahal kami mampu menyekolahkannya” ujar Rahman saat
menunggu anak bungsunya tersebut pulang, jumat (29/03). Zian bekerja di bengkel
vespa atas kemauannya sendiri.
Walaupun ia hanya diberi imbalan ketika ada
pelanggan yang datang. Tetapi, ia sangat senang. Rahman
mengatakan bahwa anak pertamanya tercatat sebagai sarjana sosial di universitas
Islam Bandung. Hal tersebut membuktikan bahwa keluarganya mampu menyekolahkan
kedua anaknya.
“Saya
tidak pernah menyuruh Zian untuk bekerja dan tidak akan pernah meminta uang
hasil kerjanya tersebut” ujar Rahman, yang mengaku pendapat keluarganya lebih
dari kata cukup setiap bulannya. Menurut Rahman, yang sehari-hari bekerja
sebagai pegawai swasta, sejak kecil Zian memang sudah di perkenalkan dengan
vespa oleh pamannya. Pamannya bernama Giri (28), pemilik bengkel vespa di jalan
Adipati Agung nomer 42, Kabupaten Bandung.
“Saya
tidak memposisikan Zian sebagai pegawai di bengkel ini”, ujar Giri saat ditemui
di bengkel. “tetapi hanya mempasilitasi hobinya saja”, tambahan Giri. Giri
mengakui bahwa dirinya tidak memaksa Zian untuk bekerja. Karena ia sendiripun
merasa iba saat melihat Zian berjibaku dengan vespa.
“Bengkel
ini sudah ada sejak 20 tahun lalu,” ujar Ega yang sehari-hari menjadi pegawai
tetap di bengkel tersebut. Selain itu, Ega menambahkan bahwa dirinya sangat
senang bekerja di bengkel tersebut. Tercatat ada tiga pegawai yang bekerja di
bahagia vespa. Selain Zian dan Ega, ada seorang lagi yang bernama
Agung. Akan
tetapi ia sedang sakit dan sudah lama tidak bekerja lagi.
Pekerjaan
yang professional, bocah yang bekerja sebagai montir dan pengunjung yang banyak
menjadi bengkel tersebut terkenal di kalangan pecinta vespa.“Saya
sangat kagum atas keahlian yang dimiliki Zian” ujar Asep, salah seorang
pelanggan bengkel tersebut. Ia menambahkan bahwa dirinya baru pertama kali
melihat bocah yang bisa memperbaiki vespa selihai Zian.
Tercatat
di Kecamatan Baleendah ada dua bengkel vespa yang terkenal dimata pecinta
vespa. Dan salah satunya adalah bahagia vespa. Hal tersebut diutarakan oleh Angga,
ketua dari komunitas vespa yang berada di Kecamatan Baleendah tersebut.
“Saya
sering berkunjung ke bahagia vespa. Selain pekerjaannya cepat, kelengkapan
onderdilnya pun menjadi alasan saya selalu kesini,” ujar Angga saat membeli onderdil
vespa di bengkel tersebut.
Posting Komentar