Pendidikan yang Orientasinya Uang



Marjinal – aku mau sekolah gratis
Inilah realita banyak yang tidak sekolah..
Ditengah-tegah kota apalagi di pelosok desa..
Berjuta anak bangsa tak mampu terus sekolah....
Karena biayanya saja sudah semakin menggila..

Pendidikan…
Bukanlah perusahaan yang orientasinya uang..
Pendidikan..
Bukanlah formalitas yang penuh dengan kekosongan..
               
Katanya pendidikan hak-hak semua orang..
Yang dilindungi dan dijamin oleh undang-undang..
Hey hey mana buktinya, hanyalah sampah belaka…
Ternyata yang sekolah hanyalah yang berduit saja..

Pendidikan disini tak pernah berubah..
Seperti di era zamannya para penjajah..
Dimana rakyat jelata tak bisa sekolah..
Yang bisa hanyalah kelompok yang punya kuasa..

Lirik lagu “aku mau sekolah gratis” di ciptakan oleh grup band asal Surabaya yang bernama marjinal. Marjinal yaitu sebuah band independent dengan aliran punk yang terbentuk pada tahun 1997. Band asal Surabaya itu terkenal dengan lirik-lirik lagunya yang mengkritik pemerintahan dan memberikan nilai sosial. Mereka menciptakan lagu aku mau sekolah gratis karena terinspirtasi oleh realita sosial yang ada. Bahkan band punk yang satu ini, sangat di idolakan di kalangan komunitas punk di Indonesia. Bagaimana tidak, selain lirik tentang potret buram pendidikan, merekapun menciptakan lirik-lirik tentang korupsi, kekerasan, kemiskinan bahkan tentang buruknya kereta api ekonomi pun ada. Sungguh grup band yang patut di contoh, bukan?

Euforia Online Journalism


Kenapa dinamakan Euforia online journalism? Karena pada kesempatan ini, saya ingin membahas tentang tradisi di indonesia yang seolah latah dengan sesuatu yang baru. Tanpa melihat dari berbagai sudut pandang, segelintir masyarakat banyak yang terbuai oleh sesuatu yang menjadi trending topic di masyarakat. Mereka seolah dicuci otaknya agar mengikuti trends yang belum tentu bagus untuk dirinya sendiri.

Online journalism atau yang kita kenal dengan jurnalistik online saat ini menjadi suatu generasi baru dalam dunia jurnalistik. Sebelum membahas lebih jauh tentang dasyatnya dampak jurnalistik online, alangkah baiknya kita mengenal lebih dahulu arti dari jurnalistik online itu sendiri.

 Seperti yang sudah kita kenal sebelumnya, bahwa jurnalistik adalah suatu kegiatan mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan informasi. Sedangkan online yaitu suatu keadaan yang saling terhubung dengan melibatkan internet sebagai medianya.

Stigma Tentang Jurnalisme Warga

Perkembangan media massa yang selaras dengan kemajuan teknologi merupakan alasan paling utama dalam pembentukan jurnalisme warga. Jurnalisme warga pada saat ini menjadi buah bibir yang sering dibicarakan masyarakat umun.

Hal ini terjadi karena stigma-stigma yang berkembang di masyarakat tidak semuanya berbuah manis. Sebagian  masyarakat ada yang menolak ataupun tidak senang dengan hadirnya aliran baru dalam jurnalistik yaitu jurnalisme warga.

Hal tersebut terlintas ketika membicarakan tidak adanya kode etik jurnalisme warga dan undang-undang yang siap melindungi para jurnalisme warga. Selain hal itu, jurnalisme warga lebih bersifat preman atau seenaknya. Maksudnya, tak sedikit  jurnalisme warga membuat suatu laporan peristiwa yang memang tidak tahu kaidah penulisan berita.